Why Berlin?
For people who don’t know me, that’s the first question they’d ask. But for those who do, they’d simply say, “Finally.”
As Jaime Lannister from my all time favorite series Game of Thrones once said:
“The things I do for love.”
Why Berlin?
For people who don’t know me, that’s the first question they’d ask. But for those who do, they’d simply say, “Finally.”
As Jaime Lannister from my all time favorite series Game of Thrones once said:
“The things I do for love.”
Happy New Year 2025
It’s been half a decade since my last blog post. I remember writing it during the height of COVID, a time of uncertainty and helplessness. I’ve been trying to recall the exact moment that prompted me to write that post. If I remember correctly, it was when I decided to pursue a Master’s in Legal Psychology at Maastricht University.
Lately I’ve been wondering about the term “Destiny” a lot. How do you know if something destined to be yours? Or not? How do you know whether God is testing your decision or He actually says no? We’ve been told that every human being already has their own destiny since the very beginning of their life. At one point, this destiny-thingy made me calm and believe in my own future. However, most of the time it got me worried about the future too much. Can’t God just bluntly giving Yes/No sign? Life would be so much easier, right?
Continue reading “How Do You Know If Something Is Meant To Be?”“Gue ga mau ah jadi panitia ospek”.
“Kayaknya gue ga akan ikut BEM deh”
“Gue mana kuat LDR, clingy gini”.
Satu hal yang baru saya sadari setelah dua tahun menjadi anak psikologi adalah saya mulai menjadi pemaklum ulung. Saya kira itu pertanda bagus karena saya mengerti perasaan dan keadaan orang lain. Sampai suatu ketika teman saya bertanya:
Dalam suatu kesempatan, akhirnya saya bisa menyendiri. Melalu minggu-minggu yang terlampau sesak membuat saya kekurangan waktu untuk berkencan dengan diri sendiri. Selagi menikmati sore, saya menyapukan pandangan ke sekeliling. Banyak anak muda sepantaran saya sedang bersenda gurau dengan kawan-kawannya. Seperti yang saya lalukan beberapa tahun lalu dengan kawan-kawan saya. Energi mereka meluap, menciprat ke saya. Usia saya dan mereka tidak terlampau jauh. Namun saya rasa eksitasi diri ini sudah menurun drastis. Kehilangan daya. Saya terlampau cepat soak. Tolong.
Manusia memiliki ketakutan akan ketidaktahuan, ketidakjelasan, sesuatu yang asing, dan yang baru setitik informasi dapat diperoleh darinya. Ada dorongan untuk menemukan penjelasan akan itu semua. Nenek moyang kita yang belum memiliki pengetahuan mencoba berbagai cara untuk menemukan jawaban dari berbagai hal yang ada di sekitar mereka. Misalnya saja alasan dibalik terbentuknya petir. Continue reading “Fear of The Unknown”
We’re just ordinary people
We don’t know which way to go
‘Cause we’re ordinary people
Maybe we should take it slow – Ordinary People by John Legend
Dalam setiap ketergesaan yang kita jalani, ketidaktahuan arah yang seharusnya dituju, akan ada satu titik di mana kita terdiam dan berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja. Pegang keyakinan itu, maka jalan yang tadinya temaram akan memunculkan pelita yang menuntunmu ke tujuan.